RABU, 30 MARET 1988




RABU, 30 MARET   Pukul 09.00 pagi ini, Kepala Negara menerima surat kepercayaan Duta Besar Konfederasi Swiss dalam suatu upacara singkat di Istana Merdeka. Dalam pidatonya, Presiden Soeharto menyatakan penghargaannya atas niat Duta Beas r Bernard Freymond untuk bekerja lebih keras lagi dalam mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua Negara. Dalam hubungan ini Presiden juga menharapkan agar dalam tahun tahun mendatang kedua bangsa dan Negara dapat terus memperluas kerja sama yang saling memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

       Pada kesempatan itu Kepala Negara kembali menegaskan bahwa masalah pokok yang dihadapi dunia sekarang ini adalah pembanguna dan perdamaian. Ditekankannya bahwa pembangunan bagi semua bangsa secara adil dan merata, tidak mungkin tercapai perdamaian dunia yang kekal. Ditunjukan oleh Presiden bahwa keterbelakangan dan kesulitan ekonomi berkepanjangan dapat menjadi pangkal dari gejolak social yang dapat menjadi awal bagi ketidakstabilan regional. Demikian pula sebaliknya, tanpa suasana damai, maka pembangunan bangsa bangsa akan mengalami hambatan yang besar.

       Pagi ini Presiden Soeharto juga menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Pakistan, Khalid Saleem. Menyambut pidato Duta Besar saleem, Kepala Negara mengatakan bahwa tantangan bagi kedua Negara kita untuk tetap menjaga kemurnian Non-Blok, ditengah tengah dunia yang masih saja dipengaruhi oleh persaingan dan perebutan pengaruh antara kekuatan kekuatan besar.
       Selanjutnya dikatakan oleh Presiden bahwa Indonesia selalu menikuti dengan penuh perhatian perkembangan yang terjadi di kawasan Asia Selatan. Dalam hubungan ini, Indonesia menghargai sikap para pemimpin Pakistan yang selalu memperjuangkan terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasannya. Ditegaskan bahwa bagi Indonesia stabilitas dan perdamaian  kawasan merupakan sarana yang sangat peting.

Kutipan : JEJAK LANGKAH PAK HARTO
Halaman : 8-9

0 Response to "RABU, 30 MARET 1988"

Post a Comment